Skip to content

Indonesia Daily News

indonesiadailynews.id

Menu
  • Home
  • News
  • Topik
  • Wisata
  • Bisnis
Menu

Saham Dividen Jumbo Patut Dilirik untuk Investasi di 2025, Begini Penjelasannya

Posted on January 23, 2025

Jakarta: (indonesiadailynews.id) – Tingginya volatilitas di pasar keuangan membuat investor harus lebih berhati-hati dalam meracik portofolio investasi. Saham-saham yang konsisten membagikan dividen dengan imbal hasil atraktif jadi sasaran untuk dikoleksi investor.

Setelah mencatatkan koreksi 2,65% di tahun 2024, kinerja IHSG di awal tahun menunjukkan tren positif. Secara year-to-date IHSG sudah naik hampir 2,5% dan kembali menembus level psikologis 7.200.

Kendati kinerja pasar saham di awal tahun impresif, analis masih mencermati sejumlah risiko volatilitas di pasar keuangan global yang dapat menjadi sentimen negatif untuk kinerja aset keuangan domestik termasuk saham.

“Trump yang resmi menjabat sebagai Presiden ke 47 AS dengan segala kontroversi dan manuvernya masih akan menjadi fokus pasar beberapa waktu ke depan. Expect akan ada volatilitas” kata Nurwachidah analis riset Phintraco Sekuritas, Kamis (23/1)

Menurut Nur risiko tersebut harus diwaspadai oleh pelaku pasar. Investor disarankan untuk secara cermat meracik portofolio investasi. “Risk-return perlu dikalkulasi dengan cermat, momentum juga harus jadi pertimbangan utama” tambah Nur.

Ia menjelaskan bahwa untuk memitigasi risiko volatilitas, saham-saham yang konsisten bagikan dividen dan nilainya jumbo dapat menjadi alternatif investasi setidaknya untuk paruh pertama di 2025.

“Semester I kita bisa lihat biasanya ada aksi korporasi RUPST di sekitar bulan April. Ada keputusan pembagian dividen di sana. Jadi mulai bisa di screening saham-saham dengan valuasi murah tetapi bagi dividen” ungkap Nur.

Saat ini Nur mengungkapkan jika universe untuk saham-saham yang membagikan dividen tinggi dapat melihat indeks saham high dividend atau bahkan sektor keuangan.

Saham perbankan seperti saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang sudah terkoreksi dalam setahun terakhir dan biasanya memberikan dividen dengan payout besar sampai lebih dari 80% bisa dilirik.

Namun selain saham BBRI di sektor perbankan, Nur juga mencermati saham di sektor asuransi umum. Salah satu saham yang menjadi cermatan dari Nur adalah saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance/TUGU) yang merupakan emiten anak BUMN Pertamina.

“Saham TUGU saat ini valuasi masih rendah. Di kisaran harga Rp 1.000, rasio PBV di bawah 0,5x, tetapi konsensus beberapa analis sejak tahun lalu terlihat tidak ada yang mengubah atau menurunkan rekomendasi beli, rata-rata target harga saham TUGU yang disematkan oleh analis masih berada di area Rp 2,000. Konsisten bagi dividen dengan payout 40%. Kalau laba bersih TUGU setidaknya bisa tembus Rp 700 miliar di 2024 dan payout sama dengan historis 40% maka dividen yield bisa menarik sampai 8%. Di atas peers dan sektor” jelasnya.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Investasi Sukuk Ritel SR022 Pakai wondr by BNI Bisa Dapat Cash Back Sampai Rp15 Juta
  • BNI Perkuat Peran Strategis dalam Pembiayaan Berkelanjutan untuk Masa Depan Hijau
  • Perjuangan Luar Biasa Sektor Ganda Putra Indonesia dalam Babak Semifinal Indonesia Open 2025
  • Pasangan Ganda Putra Indonesia Melangkah ke Semifinal Indonesia Open, BNI-PBSI Terus Dukung Prestasi Atlet Tanah Air Mendunia
  • Adnan-Indah Melenggang ke Perempat Final Indonesia Open 2025, Wujud Kolaborasi BNI-PBSI Majukan Bulutangkis RI
©2025 Indonesia Daily News | Design: Newspaperly WordPress Theme